Contoh PTK yang Lolos Penilaian Angka Kredit dan PAK

 


Selamat datang di blog bersamaguru.com. Pada postingan kali ini saya akan mengunggah Contoh Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang Lolos Penilaian Angka Kredit dan masuk dalam Penetapan Angka Kredit. PTK yang saya unggah ini saya masukkan dalam Daftar Pengusul PAK (DUPAK) untuk kenaikan tingkat/pangkat pada Penilaian Kinerja Guru (PKG) Tahun 2019. Alhamdulillah PTK ini dinilai dan memperoleh angka kredit 4 pada SK PAK yang saya terima. 

PTK lolos penilaian angka kredit PAK bila dilengkapi dengan lampiran-lampiran berupa foto-foto ketika pelaksanaan siklus, foto-foto ketika PTK diseminarkan, undangan seminar, dan daftar hadir seminar. Seminar minimal dihadiri oleh 15 guru dari 3 lembaga berbeda. PTK yang saya unggah ini sudah saya lengkapi dengan lampiran-lampiran itu sehingga bisa anda gunakan sebagai referensi ketika menyusun PTK.

Berikut ini akan saya tampilkan Abstrak dan Pendahuluan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) saya yang lolos penilaian angka kredit PAK pada PKG Tahun 2019, namun bila anda ingin segera mengunduh file PTK lengkap dengan lampiran-lampirannya, anda bisa langsung menuju ke akhir postingan ini untuk menemukan link unduh dan mulai mengunduhnya.


ABSTRAK 
Adi Prasetyo, Suwito. 2019. Penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing untuk meningkatkan hasil belajar luas bangun datar siswa kelas VI  di SD N Kedungprimpen Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro Tahun Pelajaran 2018/2019.

Kata Kunci : Model Penemuan Terbimbing, hasil belajar, matematika

Hasil belajar matematika masih rendah. Salah satu penyebabnya adalah pemahaman siswa yang lemah terhadap konsep matematika. Guru hanya memberikan konsep-konsep matematika untuk dihafalkan siswa. Akibatnya, pengetahuan dan informasi yang diberikan guru kurang bermakna dan sulit dipahami siswa. Untuk mengatasi hal tersebut, siswa seharusnya dilibatkan secara aktif dalam pembelajaran. Salah satu model pembelajaran matematika yang dapat digunakan adalah model penemuan terbimbing (guided-discovery). Model penemuan terbimbing adalah model pembelajaran yang melibatkan suatu dialog atau interaksi antara siswa dan guru, siswa mencari kesimpulan yang diinginkan melalui suatu urutan pertanyaan yang diatur oleh guru.

Selama ini materi luas bangun datar tergolong materi yang sulit dikuasai siswa. Siswa sering lupa rumus-rumus yang telah diberikan oleh guru sehingga kelas tersebut tidak tuntas belajar baik secara mandiri maupun secara klasikal.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa menggunakan pembelajaran penemuan terbimbing. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) Lembar pengamatan; dan (2) Tes tertulis.

Dari hasil analisis data didapatkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I sampai siklus II. Pada Siklus I ketuntasan pre tes 33% dan ketuntasan tes formatif I 58% sedangkan pada siklus II  ketuntasan tes formatif II 92% dan ketuntasan post tes 100%.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pada pendidikan formal, mata pelajaran matematika selalu diajarkan dan merupakan mata pelajaran yang dianggap sulit dan membosankan oleh sebagian besar siswa sehingga nilai matematika siswa rendah. Ada siswa yang sering tidak masuk kalau ada pelajaran matematika karena takut, pekerjaan rumah yang seharusnya dikerjakan siswa malah dikerjakan oleh orang tuanya. Dalam pembelajaran matematika selama ini guru hanya menyuruh siswa menghafalkan rumus tidak mengajak dan membimbing siswa untuk menemukan sendiri rumus tersebut. Akibatnya siswa mudah bosan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dan siswa mudah lupa rumus yang sudah dihafalkan. Tidak mengherankan jika terjadi kejenuhan dalam diri siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran matematika.

Untuk mengatasi hal tersebut, siswa seharusnya diajak untuk aktif dalam pembelajaran ditempatkan sebagai subjek didik yang lebih dominan dalam pembelajaran. Dalam pembelajaran matematika siswa diajak menemukan rumus dengan bimbingan guru. Hal ini didasarkan pada suatu pandangan (Markaban, 2006:19) bahwa siswa memiliki potensi untuk berkembang dan berpikir mandiri. Potensi ini akan berkembang jika siswa diberi kebebasan dan kesempatan untuk berpikir mandiri.

Mengingat hal tersebut, maka berkembang model pembelajaran penemuan yang dipandu oleh guru atau yang sering disebut dengan  model penemuan terbimbing (guided-discovery). Prinsip pembelajaran dengan model penemuan terbimbing adalah pembelajaran yang melibatkan suatu dialog/interaksi antar siswa dengan siswa dan siswa dengan guru. Siswa mencari kesimpulan yang diinginkan melalui suatu urutan pertanyaan yang diatur oleh guru. Berdasarkan prinsip tersebut, terdapat proses belajar yang menuntut siswa lebih mandiri dalam pembelajaran (Wahyudin, 2007: 4.45). Pembelajaran penemuan terbimbing paling baik diterapkan untuk kebanyakan situasi di dalam kelas, di mana  guru memimpin siswa dengan tahapan-tahapan yang benar; mengijinkan adanya diskusi; mengajukan pertanyaan yang menuntun; dan memperkenalkan ide-ide pokok bila dirasa perlu (Sobel dan Maletsky, 2002: 15).

Salah satu materi matematika yang dapat diajarkan dengan menggunakan model penemuan terbimbing adalah luas bangun datar. Misalnya dalam mencari rumus luas trapesium siswa diajak memotong persegi panjang menjadi dua bagian dan menyusun potongan-potongan tersebut menjadi trapesium sehingga dengan bimbingan guru, siswa dapat menemukan rumus luas trapesium yang diturunkan dari rumus luas persegi panjang. Pembelajaran yang dilaksanakan selama ini kurang mengajak siswa untuk aktif, siswa hanya disuruh menghafalkan rumus tidak dibimbing untuk menemukan rumus tersebut.

Hasil belajar matematika materi ini tergolong rendah. Hal ini berdasarkan  hasil ulangan sebagai berikut: hanya 3 dari 12 siswa kelas VI di SD N Kedungprimpen Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro yang mencapai tingkat penguasaan materi sebesar 70% ke atas. Untuk meningkatkan penguasaan materi matematika yaitu luas bangun datar, dengan bantuan seorang pengamat kami akan melaksanakan perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas.

Dari uraian di atas, dilakukan  penelitian berjudul “Penerapan Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VI Bidang Studi Matematika pada Materi Luas Bangun Datar di SD N Kedungprimpen Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro Tahun Pelajaran 2018/2019”

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, pertanyaan yang diajukan dalam penelitian ini adalah:
Bagaimanakah peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing untuk bidang studi matematika pada materi luas bangun datar di kelas VI SD N Kedungprimpen Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro tahun pelajaran 2018/2019?

C. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah di atas, tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian  ini adalah sebagai berikut :

Mendeskripsikan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing untuk bidang studi matematika pada materi luas bangun datar di kelas VI SD N Kedungprimpen Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro tahun pelajaran 2018/2019.

D.    Manfaat Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi:

1. Siswa
Siswa termotivasi untuk aktif dalam pembelajaran sehingga hasil belajar siswa meningkat.

2. Guru
Dapat menambah wawasan tentang model pembelajaran penemuan terbimbing agar dapat dijadikan bahan masukan dan pertimbangan dalam menerapkan pembelajaran.

3. Lembaga sekolah
Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan masukan untuk meningkatkan mutu pelaksanaan proses belajar mengajar Matematika di SD N Kedungprimpen.


Berikut ini link untuk mengunduh Contoh PTK yang Lolos Penilaian Angka Kredit.
  • File PTK [unduh]
  • File Lampiran-Lampiran PTK [unduh]
  • Aplikasi PKG 360 derajat [unduh]

Previous Post
Next Post

1 comment: